February 4, 2026

UpdateCepat

Informasi Terbaru, Akurat, dan Eksklusif

Menkeu Ungkap Alasan Prabowo Absen Buka BEI

Presiden Absen di Pembukaan Perdagangan BEI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara mengenai ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dalam dua kali agenda pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk acara pembukaan perdagangan saham tahun 2026 yang digelar pada Jumat (2/1).

Purbaya menegaskan bahwa absennya Presiden bukan tanpa alasan. Saat pembukaan perdagangan berlangsung, Prabowo diketahui tengah melakukan kunjungan kerja ke Aceh untuk menangani langsung berbagai persoalan masyarakat.


Prabowo Masih Berada di Aceh

Menurut Purbaya, keberadaan Presiden di Aceh justru menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi rakyat. Ia menilai, fokus Prabowo pada daerah yang membutuhkan perhatian khusus merupakan cerminan komitmen kepemimpinan yang tidak hanya terpusat pada agenda seremoni.

“Presiden lagi di Aceh. Itu juga menunjukkan bahwa presiden amat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, perhatian Presiden terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan di daerah pada akhirnya juga akan berdampak pada penguatan sektor lain, termasuk perekonomian nasional.


Komitmen Presiden terhadap Ekonomi Tetap Kuat

Purbaya menepis anggapan bahwa ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan perdagangan BEI mencerminkan berkurangnya perhatian terhadap pasar modal. Menurutnya, komitmen Prabowo terhadap perekonomian nasional tetap sangat kuat.

“Artinya apa? Yang lain pun nanti akan diperhatikan, termasuk ekonominya. Jadi komitmen presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi, amat kuat diperlihatkan dengan kunjungannya ke Aceh itu,” lanjut Purbaya.

Ia menekankan bahwa pasar modal merupakan bagian dari sistem ekonomi yang terus mendapat perhatian pemerintah, baik melalui kebijakan fiskal, moneter, maupun pengawasan sektor keuangan.


Jajaran Pemerintah Tetap Hadir di BEI

Meski Presiden tidak hadir secara langsung, Purbaya memastikan bahwa pembukaan perdagangan saham tetap dihadiri oleh jajaran penting pemerintah. Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, serta pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi nggak apa-apa. Kan alat-alatnya presiden di sini semua,” tukas Purbaya.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut dinilai cukup untuk menunjukkan sinergi pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar pada awal tahun perdagangan.


IHSG Dibuka Menguat di Awal 2026

Di tengah absennya Presiden, pasar saham Indonesia justru mengawali tahun 2026 dengan sentimen positif. Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada level 8.678.

Pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat menguat 0,36 persen atau naik 31,12 poin. Kinerja positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di awal tahun.


Aktivitas Transaksi Cukup Ramai

Mengacu pada data IDX Composite di BEI, aktivitas transaksi di awal perdagangan juga terbilang cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 2,823 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,473 triliun.

Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 213.210 kali, menandakan partisipasi investor yang cukup aktif meski masih berada di jam-jam awal perdagangan.


Pasar Modal Tetap Fokus ke Fundamental

Penguatan IHSG di hari pertama perdagangan 2026 menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih menaruh perhatian pada faktor fundamental dan prospek ekonomi ketimbang agenda seremoni. Stabilitas kebijakan fiskal, sinergi otoritas keuangan, serta arah pembangunan nasional menjadi pertimbangan utama investor.

Absennya Presiden dalam pembukaan perdagangan tidak serta-merta memengaruhi sentimen pasar, terutama ketika pemerintah tetap hadir secara institusional melalui para menteri dan pimpinan lembaga terkait.


Kunjungan ke Daerah dan Stabilitas Ekonomi

Kunjungan Presiden ke Aceh juga dipandang sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional secara menyeluruh. Penanganan persoalan daerah, pemulihan pascabencana, dan penguatan ekonomi lokal dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap iklim investasi dan kepercayaan pasar.

Dalam konteks ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pembangunan dan perhatian negara berjalan seimbang antara pusat dan daerah.


Penutup

Penjelasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa absennya Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan perdagangan BEI bukanlah sinyal negatif bagi pasar. Sebaliknya, keberadaan Presiden di Aceh menunjukkan prioritas pada penanganan langsung persoalan masyarakat, tanpa mengabaikan komitmen terhadap perekonomian nasional.

Dengan IHSG yang dibuka menguat dan aktivitas transaksi yang solid, pasar modal Indonesia mengawali tahun 2026 dengan optimisme, didukung oleh sinergi kebijakan pemerintah dan kepercayaan investor yang tetap terjaga.

Baca Juga : 6 Zodiak Diprediksi Bertemu Jodoh dan Menikah 2026

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : wikiberita