February 4, 2026

UpdateCepat

Informasi Terbaru, Akurat, dan Eksklusif

Muhammadiyah Berduka atas Wafatnya Prof KH Amal Zarkasyi

updatecepat.web.id Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, sosok ulama, pendidik, dan tokoh pembaru pendidikan Islam di Indonesia. Kepergian almarhum meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, tetapi juga bagi dunia pendidikan Islam nasional yang selama ini merasakan kontribusi pemikirannya.

Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dikenal luas sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus Guru Besar pertama Universitas Darussalam Gontor. Kiprahnya selama puluhan tahun telah membentuk wajah pendidikan Islam modern yang menekankan keseimbangan antara keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada umat.

Ungkapan Belasungkawa dari Pimpinan Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa secara langsung atas wafatnya Prof. Amal. Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, segala kekhilafan diampuni, serta diberikan akhir kehidupan yang baik.

Menurut Haedar, kepergian Prof. Amal merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Sosok almarhum dinilai sebagai pendidik sejati yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan umat melalui jalur pendidikan Islam yang berkemajuan dan berwawasan luas.

Pendidik Sejati dengan Spirit Keumatan

Dalam pandangan Muhammadiyah, Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi adalah figur yang memiliki spirit keumatan yang kuat. Sepanjang hidupnya, ia konsisten memperjuangkan pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dan mahasiswa dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis.

Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang mencerahkan. Pendidikan, menurut almarhum, merupakan jalan strategis untuk memajukan umat dan bangsa secara berkelanjutan. Gagasan ini diwujudkan secara nyata melalui sistem pendidikan yang dikembangkan di Gontor dan UNIDA Gontor.

Kontribusi Besar bagi Dunia Pendidikan Islam

Kiprah Prof. Amal tidak hanya berpengaruh besar bagi lingkungan Gontor, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia secara luas. Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong modernisasi pesantren tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman dan tradisi keilmuan.

Sebagai Guru Besar pertama UNIDA Gontor, Prof. Amal berperan penting dalam meletakkan fondasi akademik perguruan tinggi pesantren tersebut. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta mendorong lahirnya generasi intelektual Muslim yang mampu bersaing di tingkat global.

Keteladanan dan Integritas Keilmuan

Selain dikenal sebagai pemikir dan pendidik, Prof. Amal juga dikenang sebagai pribadi yang bersahaja dan berintegritas tinggi. Kesederhanaan hidupnya menjadi teladan bagi para santri, mahasiswa, dan kolega. Ia memandang ilmu sebagai amanah yang harus diabdikan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Keteladanan tersebut tercermin dalam cara almarhum membimbing generasi muda. Ia tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Warisan inilah yang dinilai menjadi kekuatan utama pendidikan ala Gontor.

Muhammadiyah Kehilangan Figur Ulama dan Pendidik Bangsa

Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah turut kehilangan figur ulama dan pendidik yang berwawasan luas serta konsisten mengabdikan ilmunya bagi kemajuan umat dan bangsa. Kehilangan ini dirasakan sebagai duka bersama oleh seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap masa depan pendidikan Islam.

Muhammadiyah berharap nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Prof. Amal dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus. Pendidikan Islam yang berkemajuan, inklusif, dan mencerahkan menjadi warisan penting yang harus dijaga dan dikembangkan.

Warisan Pemikiran untuk Generasi Mendatang

Wafatnya Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia. Pemikiran, keteladanan, dan dedikasinya menjadi sumber inspirasi bagi banyak kalangan, lintas organisasi dan institusi.

Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, warisan almarhum menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi peradaban. Melalui jalan ilmu dan akhlak, Prof. Amal telah menunjukkan bagaimana seorang pendidik dapat memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa.

Cek Juga Artikel Dari Platform hotviralnews.web.id