February 4, 2026

UpdateCepat

Informasi Terbaru, Akurat, dan Eksklusif

AS Akan Jual Minyak Venezuela “Tanpa Batas Waktu” dan Kendalikan Pendapatannya

Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana besar untuk menjual minyak Venezuela secara berkelanjutan tanpa batas waktu, menurut pernyataan Chris Wright, Menteri Energi AS. Kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari strategi Washington untuk mengendalikan penjualan minyak mentah Venezuela dan memanfaatkan pengaruh dari sumber daya energi negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Wright dalam sebuah konferensi energi internasional di Amerika Serikat, di mana ia menekankan bahwa AS akan lebih dulu memasarkan minyak yang selama ini tertahan di fasilitas penyimpanan Venezuela, kemudian secara berkelanjutan menjual produksi minyak yang keluar dari negara itu ke pasar global.


Strategi Penjualan Minyak Venezuela

Rencana AS adalah memasarkan minyak yang sebelumnya tidak bisa diekspor akibat sanksi, kemudian memasarkan produksi minyak Venezuela yang diambil secara langsung dari fasilitas penghasilannya. Semua hasil penjualan akan diatur oleh pemerintah AS dan disetorkan ke rekening yang berada di bawah kendali Washington.

Menurut Wright, hasil penjualan tersebut nantinya tetap bisa mengalir kembali ke Venezuela untuk memberi manfaat bagi masyarakat setempat, namun saluran distribusi dan pendapatan akan berada di bawah kendali AS sebagai bagian dari mekanisme leverage pemerintahan untuk mendorong perubahan di Venezuela.

Wright menekankan bahwa dengan mengambil peran aktif dalam pemasaran dan penjualan minyak, AS tidak hanya bertindak sebagai negara pembeli, tetapi juga sebagai pengendali penuh atas aliran pendapatan yang dihasilkan dari ekspor tersebut.


Latar Belakang Perubahan Kebijakan

Rencana ini muncul di tengah perubahan besar dalam hubungan antara Washington dan Caracas, termasuk pengumuman yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang terkena sanksi kepada AS sebagai bagian awal dari perjanjian baru. Minyak tersebut akan dijual di pasar global oleh AS dengan harga pasar wajar.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam kebijakan energi dan diplomasi AS terhadap Venezuela—yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia namun produksinya sempat anjlok akibat sanksi, kurangnya investasi, dan penurunan infrastruktur industri energi.


Tujuan dan Dampak Kebijakan

Menurut pernyataan resmi dari pemerintah AS, terdapat beberapa tujuan utama dari strategi ini:

  1. Meningkatkan pasokan minyak global: Dengan membuka kembali produksi Venezuela ke pasar internasional, diharapkan pasokan minyak dunia akan meningkat, yang bisa berdampak pada stabilitas harga energi.
  2. Leverage politik dan ekonomi: Dengan mengendalikan aliran minyak dan pendapatan, AS memiliki leverage besar untuk mendorong perubahan politik atau ekonomi di Venezuela sesuai dengan tujuan kebijakan luar negerinya.
  3. Manfaat untuk rakyat Venezuela: Meskipun produksi dan penjualan dikendalikan oleh pemerintahan AS, dana dari penjualan minyak tetap dapat diarahkan kembali untuk membantu kondisi ekonomi di Venezuela.
  4. Potensi investasi masa depan: AS juga melihat peluang di sektor energi Venezuela, dengan dialog aktif antara pejabat AS dan perusahaan minyak untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan investasi jangka panjang dalam infrastruktur energi negara itu.

Reaksi dan Kontroversi

Kebijakan ini menuai perhatian dan kritik dari berbagai pihak. Di dalam negeri dan internasional, tindakan AS dianggap memegang kendali begitu besar atas sumber daya strategis milik negara lain. Pro-kontra terutama muncul dari pihak yang mempertanyakan legitimasi dan dampak kemerdekaan ekonomi Venezuela atas cadangan minyaknya sendiri.

Sementara itu, pemerintah interim Venezuela yang bersedia menjalin kesepakatan tampak menerima skenario ini sebagai jalan untuk mengatasi kesulitan ekonomi dan membawa cadangan minyak yang selama ini tertahan masuk ke pasar global. Namun, kritik juga datang dari negara-negara seperti China yang sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela, melihat langkah ini sebagai upaya dominasi geopolitik oleh AS.


Potensi Produksi dan Tantangan

Wright juga menyampaikan bahwa Venezuela memiliki potensi untuk menambah produksi minyak hingga beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah jika dukungan teknologi dan investasi masuk. Namun, untuk kembali mencapai tingkat produksi historis seperti pada dekade 1990-an, diperlukan investasi puluhan miliar dolar serta waktu yang cukup panjang.

Kendati demikian, dengan AS sebagai pengendali aliran minyak dan pendapatan, strategi ini bisa mempercepat pemulihan sektor energi Venezuela sekaligus memberikan keuntungan strategis bagi pasar global dan industri minyak AS.


Kesimpulan

Rencana AS untuk menjual minyak Venezuela “tanpa batas waktu” merupakan langkah strategis yang mencerminkan perubahan besar dalam kebijakan luar negeri dan energi AS. Dengan mengambil alih kontrol terhadap aliran minyak dan pendapatannya, pemerintah AS tidak hanya berupaya memperluas pengaruhnya, tetapi juga membuka peluang baru dalam pasar energi global.

Gerakan ini dipandang oleh pendukungnya sebagai cara untuk membawa stabilitas pada industri minyak Venezuela sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi rakyat di dalam dan luar negeri. Namun, bagi pengkritik, langkah ini juga memicu perdebatan mengenai kedaulatan energi dan etika dominasi sumber daya alam negara lain.