Atmosfer laga akbar antara Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menghadirkan cerita khas sepak bola Indonesia. Sejak Minggu pagi, 11 Januari 2026, kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) mulai dipenuhi lautan biru Bobotoh. Namun ada pemandangan yang kian menonjol: banyak pendukung datang bersama keluarga—ayah, ibu, dan anak—menjadikan stadion sebagai ruang kebersamaan lintas generasi.
Datang Lebih Awal, Menyambut Euforia
Sejumlah Bobotoh memilih berangkat sejak pagi. Selain menghindari kemacetan, mereka ingin menikmati atmosfer pra-pertandingan: pedagang atribut, nyanyian suporter, dan obrolan hangat antarpenggemar. Rudi, Bobotoh asal Soreang, Kabupaten Bandung, datang bersama istri dan dua anaknya. Baginya, Persib vs Persija adalah agenda spesial yang selalu ditunggu.
“Kami sengaja berangkat pagi supaya santai. Laga ini beda, selalu punya cerita. Sayang kalau dilewatkan,” ujarnya.
Keputusan datang lebih awal juga memberi waktu bagi keluarga untuk beradaptasi dengan keramaian stadion—hal penting terutama bagi anak-anak yang baru pertama kali merasakan laga besar secara langsung.
Stadion Bukan Sekadar Tempat Menonton
Bagi banyak Bobotoh, GBLA bukan hanya arena pertandingan. Stadion menjadi ruang sosial tempat nilai kebersamaan dipupuk. Anak-anak mengenakan jersey kebanggaan, orang tua berbagi cerita sejarah Persib, sementara generasi muda belajar arti sportivitas dan dukungan positif.
Rudi mengaku ingin menanamkan kecintaan terhadap Persib sejak dini. “Ini bagian dari identitas kami sebagai warga Jawa Barat. Anak-anak perlu tahu bagaimana mendukung tim dengan cara yang benar,” katanya.
Sang istri, Santi, menilai suasana jelang laga relatif tertib. “Meriah iya, tapi masih teratur. Mudah-mudahan sampai selesai aman,” ucapnya. Harapan ini sejalan dengan imbauan banyak pihak agar rivalitas klasik tetap dijalani secara damai.
Rivalitas Klasik, Emosi Kolektif
Persib vs Persija bukan laga biasa. Rivalitas panjang ini memantik emosi kolektif yang kuat—namun juga menjadi perekat identitas. Di tribun, nyanyian dan koreografi Bobotoh menyatu, menciptakan pengalaman komunal yang jarang ditemui di ruang publik lain.
Kehadiran keluarga di tengah rivalitas menandakan perubahan positif. Stadion yang dulu identik dengan dominasi kelompok tertentu kini makin ramah bagi keluarga. Ini memberi pesan kuat bahwa sepak bola dapat dinikmati siapa saja, dengan aman dan nyaman.
Peran Infrastruktur dan Pengelolaan
Transformasi GBLA dan pengelolaan pertandingan turut berperan. Akses masuk yang lebih tertata, zona keluarga, serta koordinasi keamanan membantu menciptakan rasa aman. Meski masih ada pekerjaan rumah, pengalaman hari itu menunjukkan stadion bisa menjadi ruang inklusif.
Pedagang lokal pun merasakan dampak ekonomi. Atribut Persib, makanan, dan minuman laris diburu. Kehadiran keluarga memperpanjang durasi kunjungan—dari pra-pertandingan hingga pascalaga—yang ikut menggerakkan roda ekonomi mikro di sekitar stadion.
Edukasi Sportivitas Sejak Dini
Membawa anak ke stadion juga sarana edukasi. Anak-anak belajar menghargai lawan, mengikuti aturan, dan menyalurkan emosi dengan positif. Orang tua memiliki peran kunci: memberi contoh bersorak tanpa provokasi, menerima hasil pertandingan dengan lapang.
“Kalau menang kita senang, kalau kalah ya tetap dukung,” ujar Rudi sambil menggenggam tangan anaknya. Kalimat sederhana ini mencerminkan esensi sportivitas yang diharapkan tumbuh dari tribun.
Harapan untuk Laga Aman dan Berkesan
Bobotoh berharap laga berlangsung aman, tertib, dan penuh respek. Kemenangan tentu diimpikan, tetapi yang tak kalah penting adalah pengalaman pulang dengan rasa bahagia. Bagi keluarga, kenangan pertama anak di stadion bisa menjadi memori seumur hidup.
Di akhir hari, GBLA bukan hanya saksi hasil pertandingan, melainkan panggung kebersamaan. Ribuan keluarga pulang membawa cerita—tentang nyanyian tribun, tawa anak-anak, dan kebanggaan mengenakan warna biru. Itulah sepak bola sebagai budaya: menghubungkan orang, lintas usia, dalam satu tujuan—mendukung tim kebanggaan dengan cara yang bermartabat.
Baca Juga : BTN dan Pos Indonesia Salurkan Donasi untuk Pemulihan Bencana
Cek Juga Artikel Dari Platform : petanimal


More Stories
Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Disorot
Dua Tahanan Positif Campak, ICE Karantina Detensi Texas
IHSG Terkoreksi 0,6 Persen pada Awal Perdagangan