Longsor Terjadi di Tambun Utara
Enam rumah warga terdampak longsor di bantaran Kali Bekasi, tepatnya di Jalan Karang Satria, Kampung Kompa, RT 03/06, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Longsor tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah, bahkan beberapa bagian rumah dilaporkan hilang akibat tergerus tanah.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat karena lokasi rumah berada tepat di bantaran sungai yang rawan erosi, terutama saat musim hujan dengan debit air tinggi.
Kondisi Rumah Rusak Parah
Ketua RT 03/06, Murdani, mengatakan beberapa rumah mengalami kerusakan struktural berat. Bahkan, ada bangunan yang kini hanya menyisakan bagian depan saja, sementara bagian belakang rumah amblas ke sungai.
“Yang parah di sekitar sini, tersisa hanya tembok depannya saja,” ujar Murdani saat ditemui di lokasi, Senin.
Kondisi tersebut membuat rumah-rumah terdampak tidak lagi layak huni dan berpotensi membahayakan keselamatan warga jika longsor susulan terjadi.
Kronologi Longsor di Bantaran Kali Bekasi
Menurut Murdani, longsor terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Kejadian bermula ketika sebuah pohon besar di bantaran Kali Bekasi tumbang akibat derasnya aliran air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Derasnya debit air menyebabkan pengikisan tanah di sekitar bantaran kali. Setelah air surut, kondisi tanah yang sudah rapuh tidak mampu lagi menopang akar pohon.
“Pohon tumbang dulu karena debit kali deras. Setelah mengering langsung tumbang, karena tanah dasarnya cadas,” jelas Murdani.
Tumbangnya pohon tersebut kemudian memicu pergerakan tanah yang menyebabkan longsor dan merusak rumah warga di sekitarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kerusakan cukup parah, Murdani memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang tinggal di rumah terdampak telah lebih dulu mengamankan diri serta memindahkan barang-barang berharga.
“Alhamdulillah masyarakat aman. Barang-barang juga sudah tidak ada, paling kulkas saja. Tinggal fisik rumahnya saja,” katanya.
Namun demikian, kerugian materi akibat rusaknya bangunan rumah tetap dirasakan cukup besar oleh warga.
Warga Minta Penanganan Permanen
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan secara permanen. Mereka menilai kondisi bantaran Kali Bekasi sudah lama rawan longsor dan membutuhkan penguatan tebing sungai.
“Kami mengharapkan penanganan permanen, secepatnya harus ditangani, diturap,” ujar Murdani.
Menurut warga, pemasangan turap atau dinding penahan tanah sangat diperlukan untuk mencegah longsor susulan yang bisa berdampak lebih luas.
Ancaman Longsor di Musim Hujan
Kejadian ini menambah daftar panjang bencana longsor di kawasan bantaran sungai, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kabupaten Bekasi. Curah hujan tinggi dan erosi sungai menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko longsor.
Warga berharap selain penanganan darurat, pemerintah juga melakukan penataan bantaran sungai secara menyeluruh agar permukiman di sekitar Kali Bekasi menjadi lebih aman dan berkelanjutan.
Baca Juga : Jadwal dan Mekanisme Penyaluran BPNT 2026 Tahap 1
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar


More Stories
Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Disorot
Dua Tahanan Positif Campak, ICE Karantina Detensi Texas
IHSG Terkoreksi 0,6 Persen pada Awal Perdagangan