IHSG Melemah di Awal Perdagangan
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi pada awal perdagangan hari ini. Pada Senin, 2 Februari 2026, tepat pukul 09.00 WIB atau satu menit setelah pembukaan, IHSG tercatat melemah sekitar 0,6 persen atau setara dengan 49 basis poin.
Pelemahan tersebut disertai dengan nilai transaksi yang cukup besar di awal sesi, yakni sekitar Rp1,2 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas jual beli saham berlangsung aktif sejak pembukaan pasar, meskipun indeks bergerak di zona merah.
Tekanan di awal perdagangan ini menambah kehati-hatian pelaku pasar, terutama investor ritel, yang masih mencermati arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Optimisme Pemerintah terhadap Pergerakan IHSG
Di tengah koreksi yang terjadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa IHSG akan kembali bergerak naik. Menurutnya, pelemahan di awal perdagangan merupakan respons pasar yang bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Menkeu menilai respons cepat dari otoritas pasar, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, menjadi salah satu faktor penting yang menopang kepercayaan investor. Selain itu, kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid diyakini mampu menjadi penopang utama pergerakan pasar saham.
Optimisme tersebut disampaikan seiring dengan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif.
Peran OJK dan Bursa dalam Menjaga Stabilitas
OJK bersama Bursa Efek Indonesia terus memantau pergerakan pasar secara intensif. Langkah-langkah pengawasan dan komunikasi dengan pelaku pasar dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah meningkatnya volatilitas global.
Pemerintah menilai bahwa sinergi antara regulator, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar koreksi yang terjadi tidak berkembang menjadi tekanan berkepanjangan. Dengan mekanisme pasar yang berjalan normal dan transparan, diharapkan investor dapat mengambil keputusan secara rasional.
Pengaruh Evaluasi MSCI terhadap Pasar
Salah satu faktor yang turut memengaruhi sentimen pasar adalah evaluasi yang dilakukan oleh MSCI terkait transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Sebelumnya, MSCI memberikan penilaian dan evaluasi yang menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar.
Evaluasi ini memicu aksi selektif di kalangan investor, khususnya terhadap saham-saham tertentu yang dianggap terdampak langsung oleh kebijakan dan penilaian indeks global. Akibatnya, tekanan jual muncul pada beberapa sektor, meskipun saham-saham dengan fundamental kuat relatif lebih bertahan.
Pemerintah menyadari bahwa peran MSCI sangat penting dalam membentuk persepsi investor global. Oleh karena itu, komunikasi aktif dengan MSCI menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga citra dan daya tarik pasar saham Indonesia.
IHSG Sempat Turun dari Level Psikologis
Tekanan pasar sebelumnya juga tercermin pada pergerakan IHSG pada akhir Januari lalu. Pada Jumat, 28 Januari 2026, IHSG yang sempat berada di level psikologis 9.000 harus kembali turun ke kisaran level 8.000.
Penurunan tersebut menandai adanya aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio oleh investor setelah reli panjang yang terjadi sebelumnya. Meski demikian, banyak analis menilai bahwa koreksi tersebut masih dalam batas wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar saham.
Langkah Pemerintah Menjaga Kepercayaan Investor
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan secara cepat dan terukur guna menjaga kepercayaan investor. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan MSCI, termasuk melalui pertemuan antara OJK dan MSCI yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperjelas arah kebijakan serta menjawab berbagai kekhawatiran investor global terkait transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, pemerintah berharap sentimen negatif dapat diminimalkan.
Prospek IHSG dalam Jangka Pendek
Meski dibuka melemah, banyak pihak tetap optimistis bahwa IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat. Fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid, didukung oleh stabilitas fiskal dan kebijakan pemerintah, menjadi modal penting bagi pasar saham.
Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan sentimen global dan domestik, serta fokus pada saham-saham dengan kinerja fundamental yang baik. Koreksi jangka pendek dinilai dapat menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara selektif.
Pasar Saham Tetap Dinamis
Koreksi IHSG di awal perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pasar saham bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan regulator, hingga persepsi investor. Namun demikian, optimisme pemerintah dan langkah cepat regulator diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar ke depan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, regulator, dan pelaku pasar, pergerakan IHSG diharapkan kembali mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional, bukan semata tekanan sentimen jangka pendek.
Baca Juga : Enam Rumah di Bantaran Kali Bekasi Terdampak Longsor
Cek Juga Artikel Dari Platform : liburanyuk


More Stories
Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Disorot
Dua Tahanan Positif Campak, ICE Karantina Detensi Texas
Enam Rumah di Bantaran Kali Bekasi Terdampak Longsor