February 4, 2026

UpdateCepat

Informasi Terbaru, Akurat, dan Eksklusif

Kebakaran Panti Jompo di Manado Tewaskan 16 Lansia

Tragedi Malam Hari yang Mengguncang Manado

Kota Manado dilanda duka mendalam setelah kebakaran hebat melanda sebuah panti jompo dan menewaskan sedikitnya 16 orang lanjut usia. Peristiwa tragis ini terjadi pada malam hari ketika sebagian besar penghuni panti tengah terlelap tidur. Api yang dengan cepat membesar membuat banyak lansia tidak sempat menyelamatkan diri.

Kebakaran tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka fisik dan trauma psikologis bagi para penyintas. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, sementara masyarakat mempertanyakan kesiapan sistem keselamatan di fasilitas perawatan lansia.


Kondisi Penyintas dan Perawatan Intensif

Sejumlah lansia yang berhasil diselamatkan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Manado. Mereka mengalami berbagai kondisi, mulai dari luka bakar, gangguan pernapasan akibat asap, hingga trauma berat yang membuat sebagian sulit berkomunikasi.

Tenaga medis menyebut bahwa usia lanjut dan riwayat penyakit penyintas membuat proses pemulihan menjadi lebih kompleks. Selain perawatan fisik, pendampingan psikologis juga sangat dibutuhkan untuk membantu para lansia menghadapi pengalaman traumatis yang mereka alami malam itu.


Detik-detik Api Mulai Membesar

Bagi para penghuni panti, malam kebakaran itu menjadi kenangan yang sulit dihapus. Rolin Rumeen, seorang perempuan berusia 64 tahun, terbangun dari tidurnya karena mencium bau asap. Awalnya ia mengira ada seseorang yang sedang membakar sampah di luar bangunan.

Namun, kecurigaannya berubah menjadi kepanikan ketika ia melihat pantulan warna merah yang tidak biasa di dinding kamarnya. Api tampak sudah membesar dan menyebar dengan cepat. Dalam kondisi tubuh yang terbatas akibat riwayat stroke, Rolin menyadari bahwa ia harus segera keluar jika ingin bertahan hidup.


Upaya Menyelamatkan Diri di Tengah Keterbatasan

Rolin menceritakan bagaimana ia berusaha menyelamatkan diri dengan bertumpu pada tongkat. Dengan langkah tertatih, ia keluar dari kamarnya seorang diri, di tengah kepulan asap dan teriakan minta tolong dari penghuni lain. Baginya, setiap langkah adalah perjuangan antara hidup dan mati.

Pengalaman tersebut meninggalkan bekas trauma mendalam. Ia mengaku masih terbayang-bayang wajah teman-temannya yang tidak sempat tertolong. Bagi Rolin dan penyintas lainnya, kehilangan tersebut bukan sekadar angka, melainkan kehilangan sahabat yang selama ini berbagi ruang hidup bersama.


Panti Jompo Werdha Damai dan Penghuninya

Kebakaran terjadi di Panti Jompo Werdha Damai, sebuah fasilitas yang selama ini menjadi tempat tinggal puluhan lansia. Banyak penghuni panti memiliki keterbatasan fisik, menggunakan kursi roda, tongkat, atau membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit ketika kebakaran terjadi secara tiba-tiba. Api yang cepat membesar dan asap tebal mempersempit waktu bagi penghuni dan petugas untuk menyelamatkan diri, terutama bagi lansia dengan mobilitas terbatas.


Trauma Psikis yang Membekas

Selain luka fisik, trauma psikis menjadi dampak paling berat bagi para penyintas. Banyak lansia mengalami ketakutan berlebih, sulit tidur, dan terus mengingat kembali momen saat api melalap bangunan panti. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan tanda-tanda syok berat.

Pendampingan psikologis dinilai sangat penting dalam fase pemulihan ini. Para ahli menekankan bahwa trauma pada lansia dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik, terutama karena mereka telah berada dalam kondisi rentan secara fisik dan mental.


Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Sejumlah kemungkinan sedang ditelusuri, termasuk faktor kelistrikan dan kondisi bangunan. Penyelidikan ini menjadi krusial untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian yang berkontribusi pada besarnya korban jiwa.

Masyarakat berharap hasil penyelidikan dapat diumumkan secara transparan. Kejelasan penyebab kebakaran dinilai penting untuk mencegah tragedi serupa terjadi di fasilitas perawatan lansia lainnya.


Sorotan terhadap Sistem Keselamatan Lansia

Tragedi ini memicu sorotan luas terhadap standar keselamatan di panti jompo dan fasilitas perawatan lansia. Banyak pihak mempertanyakan kesiapan sistem pencegahan kebakaran, ketersediaan jalur evakuasi, serta pelatihan darurat bagi pengelola dan penghuni panti.

Insiden ini juga membuka diskusi tentang perlunya audit menyeluruh terhadap fasilitas lansia di berbagai daerah. Keselamatan penghuni yang sebagian besar memiliki keterbatasan fisik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar aspek administratif.


Duka Kolektif dan Tuntutan Perbaikan

Kematian 16 lansia meninggalkan duka kolektif bagi masyarakat Manado dan Sulawesi Utara. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa kelompok rentan membutuhkan perlindungan ekstra, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran.

Banyak pihak mendesak agar kejadian ini menjadi momentum perbaikan sistemik. Mulai dari peningkatan standar keselamatan, pengawasan ketat terhadap fasilitas lansia, hingga kesiapan respons darurat harus diperkuat agar nyawa para penghuni panti jompo dapat terlindungi di masa depan.

Baca Juga : Penyintas Banjir Aceh Tengah Sulap Kayu Jadi Perahu

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : radarjawa