Dinas Kesehatan Kabupaten Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik menyusul maraknya pembahasan mengenai infeksi virus influenza A(H3N2) subclade K yang populer disebut super flu. Otoritas kesehatan menegaskan bahwa varian ini bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza A H3N2 yang telah lama beredar dan dipantau secara ketat melalui sistem surveilans global.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, menjelaskan bahwa influenza A H3N2 merupakan salah satu varian yang rutin dipantau oleh World Health Organization (WHO) bersama jejaring surveilans internasional lainnya. Pemantauan ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan karakter virus, termasuk tingkat penularan dan potensi keparahan penyakit.
“Varian ini termasuk influenza A H3N2 yang sudah lama ada dan terus dipantau melalui sistem surveilans global seperti WHO. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” ujar dr. Ali Maimun, Kamis, 8 Januari 2026.
Memahami Apa Itu “Super Flu”
Istilah super flu sejatinya bukan istilah medis resmi. Penyebutan ini muncul karena gejala influenza A(H3N2) subclade K dilaporkan dapat berlangsung lebih lama pada sebagian orang dibandingkan flu musiman biasa. Namun secara klinis, dokter menegaskan bahwa gejala fisiknya sangat mirip dengan influenza pada umumnya.
Gejala yang sering muncul meliputi:
- demam tinggi,
- batuk dan pilek,
- sakit tenggorokan,
- sakit kepala,
- nyeri otot dan sendi,
- tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
Gejala tersebut biasanya muncul bertahap beberapa hari setelah terpapar virus. Karena kemiripan gejala, tenaga medis tidak dapat memastikan jenis atau subclade influenza hanya dari pemeriksaan fisik tanpa uji laboratorium.
“Dokter tidak bisa membedakan varian super flu hanya dari gejala fisik karena sangat mirip dengan flu biasa,” jelas dr. Ali.
Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai
Virus influenza menyebar terutama melalui droplet atau percikan udara yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak tidak langsung, misalnya menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata.
Kondisi ini membuat influenza mudah menyebar di:
- ruang tertutup dengan ventilasi buruk,
- kerumunan,
- sekolah dan perkantoran,
- transportasi umum.
Karena itu, kewaspadaan menjadi penting, terutama saat mobilitas masyarakat tinggi dan interaksi sosial meningkat.
Kelompok Rentan Berisiko Lebih Tinggi
Meski sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan perawatan mandiri, ada kelompok tertentu yang lebih berisiko mengalami komplikasi serius, antara lain:
- balita dan anak-anak,
- lanjut usia,
- ibu hamil,
- penderita penyakit kronis (diabetes, jantung, paru, ginjal),
- individu dengan gangguan sistem imun.
Pada kelompok ini, influenza dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan bawah, pneumonia, atau memperburuk penyakit bawaan yang sudah ada. Oleh sebab itu, perlindungan ekstra sangat dianjurkan.
PHBS sebagai Benteng Pertama Pencegahan
Dinkes Demak menekankan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tetap menjadi kunci utama pencegahan penularan influenza, termasuk varian A(H3N2). Kebiasaan sederhana namun konsisten dinilai sangat efektif menekan risiko infeksi.
Langkah PHBS yang dianjurkan meliputi:
- Cuci tangan pakai sabun secara rutin, terutama setelah beraktivitas dan sebelum makan.
- Gunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai.
- Terapkan etika batuk dan bersin, menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam.
- Jaga kebersihan lingkungan, termasuk permukaan yang sering disentuh.
- Jaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan aktivitas fisik teratur.
Penerapan PHBS tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar, terutama kelompok rentan.
Pentingnya Imunisasi Influenza Tahunan
Selain PHBS, imunisasi influenza tahunan menjadi langkah pencegahan tambahan yang sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko. Vaksin influenza dirancang mengikuti strain yang diprediksi beredar berdasarkan pemantauan global.
Rekomendasi imunisasi ini sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menekankan bahwa vaksinasi dapat:
- menurunkan risiko sakit berat,
- mengurangi kemungkinan rawat inap,
- mencegah komplikasi serius akibat influenza.
Imunisasi tidak menjamin seseorang tidak tertular sama sekali, namun terbukti efektif mengurangi keparahan gejala bila terinfeksi.
Tidak Perlu Panik, Tetap Rasional
Dinkes Demak menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali. Istilah super flu sebaiknya tidak dimaknai secara berlebihan hingga menimbulkan kepanikan. Masyarakat diimbau untuk:
- tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,
- mengikuti rilis resmi dari otoritas kesehatan,
- segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat atau berkepanjangan.
Pemantauan kasus influenza akan terus dilakukan melalui jejaring layanan kesehatan dan sistem surveilans yang ada. Pemerintah daerah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani kasus yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Menjaga Kesehatan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Waspada terhadap super flu bukan berarti takut berlebihan. Dengan informasi yang benar, PHBS yang konsisten, dan imunisasi yang tepat, risiko penularan dan dampak influenza dapat ditekan secara signifikan.
Dinkes Demak berharap masyarakat dapat menjadikan momentum ini sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan sehari-hari. Upaya kecil yang dilakukan bersama—mencuci tangan, memakai masker saat sakit, dan menjaga kebugaran—akan memberi dampak besar bagi kesehatan publik secara keseluruhan.
Baca Juga : AS Akan Jual Minyak Venezuela “Tanpa Batas Waktu” dan Kendalikan Pendapatannya
Cek Juga Artikel Dari Platform : suarairama


More Stories
Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Disorot
Dua Tahanan Positif Campak, ICE Karantina Detensi Texas
IHSG Terkoreksi 0,6 Persen pada Awal Perdagangan