February 4, 2026

UpdateCepat

Informasi Terbaru, Akurat, dan Eksklusif

Banjir Pekalongan Lumpuhkan Aktivitas Warga

updatecepat.web.id Bencana banjir kembali melanda wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan luapan air di berbagai titik, merendam ribuan rumah warga serta melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Genangan air yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi bertahan cukup lama hingga mengganggu mobilitas warga. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar setengah meter hingga mencapai lebih dari satu meter. Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa bertahan di rumah dengan akses terbatas, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.

Situasi tersebut menambah daftar panjang wilayah pesisir utara Jawa yang rawan terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi dan kondisi drainase yang terbatas.

Dampak Meluas di Permukiman Warga

Banjir merendam permukiman padat penduduk di sejumlah kecamatan baik di wilayah kota maupun kabupaten. Air masuk ke rumah-rumah warga, merusak perabotan, peralatan elektronik, hingga bahan makanan yang tersimpan.

Sebagian warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena air datang dengan cepat pada malam hari. Ketika pagi tiba, permukiman sudah berubah menjadi hamparan air yang sulit dilalui kendaraan.

Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi warga praktis terhenti. Banyak pedagang tidak bisa membuka usaha, pekerja harian tidak dapat beraktivitas, dan anak-anak terpaksa menghentikan kegiatan belajar.

Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter. Wilayah yang berada di dataran rendah menjadi lokasi paling terdampak karena aliran air tidak dapat mengalir dengan cepat.

Warga yang tinggal di rumah satu lantai harus mengevakuasi diri ke rumah kerabat atau pos pengungsian. Sementara itu, sebagian warga bertahan di lantai dua atau tempat yang lebih tinggi sambil menunggu air surut.

Kondisi ini menyulitkan distribusi bantuan karena akses jalan tergenang dan kendaraan tidak dapat melintas dengan normal.

Ratusan Warga Mengungsi

Akibat kondisi yang semakin memburuk, ratusan warga terpaksa mengungsi. Pos pengungsian didirikan di sejumlah lokasi seperti balai desa, gedung sekolah, dan tempat ibadah.

Di pos pengungsian, warga membutuhkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan kesehatan. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil menjadi prioritas penanganan.

Petugas gabungan dari pemerintah daerah, relawan, dan aparat keamanan turut membantu proses evakuasi serta pendataan korban terdampak.

Aktivitas Transportasi Terganggu

Banjir juga berdampak pada sektor transportasi. Sejumlah ruas jalan utama tergenang sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas. Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang di jalur alternatif.

Selain itu, genangan air turut mengganggu jalur kereta api di wilayah Pekalongan hingga Sragi. Beberapa perjalanan kereta terpaksa dialihkan, bahkan dibatalkan, demi keselamatan penumpang.

Gangguan ini memperlihatkan betapa besarnya dampak banjir terhadap konektivitas antarwilayah, khususnya di jalur vital Pantura.

Upaya Penanganan Darurat

Pemerintah daerah bersama instansi terkait langsung melakukan langkah tanggap darurat. Pompa air diaktifkan di sejumlah titik untuk mempercepat penyedotan genangan.

Petugas juga melakukan pemantauan debit air sungai yang menjadi salah satu faktor utama banjir. Jika hujan kembali turun, potensi kenaikan air masih perlu diwaspadai.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa darurat.

Tantangan Banjir di Pekalongan

Banjir bukan persoalan baru bagi Pekalongan. Wilayah ini dikenal rawan banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi, sedimentasi sungai, dan kondisi tanah yang rendah.

Selain faktor alam, pertumbuhan kawasan permukiman dan berkurangnya daerah resapan air turut memperparah kondisi. Dalam jangka panjang, penanganan banjir membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan sistem drainase.

Masyarakat berharap adanya solusi berkelanjutan agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Harapan Warga dan Pemulihan

Warga terdampak berharap air segera surut agar mereka dapat kembali ke rumah dan memulai proses pemulihan. Namun demikian, pascabanjir sering kali menghadirkan tantangan baru, seperti lumpur, sampah, serta risiko penyakit.

Pembersihan lingkungan dan bantuan pemulihan ekonomi menjadi kebutuhan penting setelah banjir mereda. Tanpa dukungan yang memadai, warga berisiko mengalami dampak berkepanjangan.

Solidaritas masyarakat dan kehadiran pemerintah menjadi harapan utama dalam menghadapi masa sulit ini.

Penutup

Banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pekalongan telah melumpuhkan aktivitas warga dan merendam ribuan rumah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di sejumlah lokasi. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa penanganan banjir memerlukan langkah serius dan berkelanjutan. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan Pekalongan dapat bangkit dan memiliki sistem mitigasi yang lebih kuat di masa mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id